Selasa, 07 Agustus 2012

Pengenalan Tekhnik Fotografi

Semoga bermanfaat..



Pengenalan Tekhnik Fotografi


Materi pertama:
Pengenalan Kamera Digital SLR (single-lens reflex) atau Kamera refleks lensa-tunggal,poket (kamer saku),Medium Format

Materi kedua:
Teori dasar Fotografi, Diafragma, shutter speed, ISO/ASA. (Diharapkan  mengenal dan memahami teori dasar, sehingga tidak terjadi kegamangan teknis).


Teori Fotografi:

  • Eksposure/Pencahayaan
Eksposure pantas menjadi masalah besar bagi semua fotgrafer, baik amatir dan professional. Perlengkapan fotografi yang dimiliki boleh cukup mahal, lensa yang dibawa boleh yang terbaik, film atau memory card yang paling halus (ISO), lokasi pemotretan cukup eksotis, tapi bila persoalan eksposure payah, hasil foto anda akan menjadi lembaran-lembaran tak bermakna, datar, tak berdimensi.



Bagaimana caranya?

Eksposure yang akan anda pilih akan bergantung pada tiga persoalan pokok (basic theory of exposure).

  1. Shutter speed yang berada di bodi kamera
  2. Diafragma atau f-stop yang berada di gelang lensa
  3. ISO atau ASA film/mc yang digunakan


Shutter Speed dinyatakan dalam detik atau sepersekian detik, seperti 1, ½, ¼ , 1/8, 1/15, 1/30, 1/60. 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, …1/8000 detik. Setiap speed adalah setengah dari yang pertama tapi dua kali dari yang berikutnya.

Misalnya:
1/60 detik adalah adalah setengah dari 1/30 detik, tapi dua kalinya dari  1/125 detik.

Begitupun dengan f-number atau diafragma adalah dikenal dengan istilah setengah dan dua kalinya. Seri yang biasa digunakan adalah f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16, dan f/22. Masing-masing angka menunjukkan ukuran bukaan lensa. Penting diingat bahwa semakin besar angkanya berarti semakin kecil bukaan lensanya, dan kebalikannya semakin kecil angkanya semakin besar bukaan lensanya.

Misalnya:
Bukaan f/2.8 adalah lebih besar bukaannya dibanding dengan f/22 yang lebih kecil.

Tidak semua lensa memiliki angka diafragma seperti ini, ada yang lebih dari ini, atau kurang, tetapi semua berpatokan pada angka seperti ini.

Bukaan diafragma adalah pengontrol ruang tajam atau depth of field, yang diinginkan dalam hasil pemotretan, dari yang dekat hingga yang jauh semua terlihat focus atau tajam. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajamnya, dan sebaliknya semakin besar bukaannya semakin terbatas ruang tajamnya.

Sama seperti shutter speed, bukaan diafragma juga menunjukan bahwa masing-masing angka adalah setengah dari angka sebelumya tetapi dua kali yang berikutnya.

Misalnya:
f/8 adalah bukaan dua kali dari f/11, tetapi hanya setengahnya dari bukaan f/5.6.



Kalau masih kurang paham bisa didiskusikan.


Salam
Pendiri Komunitas Fotografi Broadcasting


Sophan Wahyudi

1 komentar:

  1. revisi n kecil abaikan saja, itu sebenarnya titik . trims silakan di copy sebagaian bahan awal

    BalasHapus