Beberapa hari yang lalu, KFB melakukan perjalanan ke Baduy, yaitu sebuah wilayah yang dihuni oleh suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda, terletak di Kabupaten Lebak, Banten. Kelompok masyarakat tersebut disebut sebagai Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui.
Kenapa sih disebut Baduy?
Menurut info yang KFB dapatkan, sebutan "Baduy" adalah sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut. Hal ini berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo. (Sumber: Wiki)
Populasi orang Kanekes sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.
Para ibu-ibu suku Kanekes
Fotografiku bersama Pak Rizky
Pak Pendiri
Kru liputan
Liputan Fotografiku bersama salah seorang warga dari suku Baduy
Salah satu suku Baduy yang sedang menenun
Jempolnya manaa?
Jangan lupa narsis dulu
Salam KFB! Biarkan gambar bicara!








